MANILA – Sedikitnya 30 polisi Filipina tewas setelah terjadi kontak senjata dengan kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) di selatan Filipina.
Seperti dilansir Al Jazeera, Senin (26/1/2015), Wali Kota Mamasapano mengatakan pihak kepolisian memasuki Desa Tukanalipao pada Minggu 25 Januari. Rupanya tentara MILF sudah menunggu kedatangan mereka sehingga terjadi kontak senjata selama 12 jam.
Warga sipil yang ada di desa tersebut terpaksa dievakuasi untuk mencegah korban jiwa yang lebih banyak. Insiden ini merupakan sejarah baru karena Filipina harus kehilangan banyak polisi dalam waktu satu hari.
MILF adalah kelompok pemberontak terbesar yang ada di selatan Filipina. Kelompok ini mempunyai tujuan memerdekakan wilayah tersebut dari pemerintah pusat.











0 comments:
Post a Comment